Kenyataan Di Lapangan

5 11 2011

Ya, Kenyataan di lapangan. Kita kadang mempelajari sesuatu dari referensi-referensi yg kita dapat (buku, ajaran langsung,internet bahkan dari pengalaman orang lain) tapi itu semua hanya sebagai panduan dalam kita mengerjakan sesuatu yang berbeda adalah kenyataannya (reality) di lapangan, kadang referensi mengatakan A, A-, A+ bahkan B. Namun jika sudah dihadapkan dengan sebuah kenyataan apakah kita bisa langsung berfikir dengan cepat ?

Kata sebuah “komentator” begitu menyakitkan tapi disitulah sebuah pengembangan diri muncul kadang kita berkomentar ” Ya memang seperti itu kenyataannya, dilapangan memang terjadi seperti itu.

Semuanya ada kendala, misalnya mengapa Linux hanya bisa digunakan oleh orang tertentu yg mengenal IT ? karena di lapangan yg terjadi anak sekolah tidak diajarkan linux dari awal (langsung ke windows), di kantor-kantor, perusahaan/L/K/I/D sudah terbiasa dengan Windows, kalau pun di kantor-kantor tersebut ada yg menggunakan linux, hanya dibilang sebagai penghabat suatu pekerjaan. Mau bagaimana lagi memang kenyataan di lapangan seperti itu.

Apakah saya harus beralih ? atau mempengaruhi ? dan saat ini saya Dual OS 🙂





Minggu Pertama Menjadi Abdi Negara

11 02 2011

Salam,

Alhamdulilah Setelah memasukkan 9 (Sembilan) berkas lamaran CPNS pada tahun 2010, akhirnya tembus dua kementrian yaitu kemhub dan kemdiknas, namun karena waktunya tesnya bentrok akhirnya saya harus memilih salah satu dari dua kementrian tersebut. dipilihlah kemdiknas karena sebagian besar karir bapak saya berkecimpung di dunia pendidikan (PNS).

Dan Alhamdulilah Masuk, setelah menunggu beberapa bulan (November-February) akhirnya pada tanggal 7 February 2011 ada panggilan untuk memasuki dunia kerja sebagai abdi negara (PNS) di kementrian Pendidikan Nasional-Inspektorat Jenderal(Itjen).

Ada cerita lucu ketika awal pemanggilan, entah lupa atau bagaimana. saya tidak ditelepon oleh bagian kepegawaian Itjen, padahal teman-teman yang lulus tes telah di telepon sekitar 1 minggu sebelum pemanggilan. Dan saya pun tahu dari teman saya ketika bertemu ketika Tes CPNS  bareng, bahwa hari senin (7 januari ’11) semua CPNS telah berkumpul, Brifing dan diberi pengarahan oleh pimpinan Itjen. dengan terburu-buru karena cukup shock diberi tahu untuk kumpul di kantor, padahal itu belum mandi udah gitu udah jam 9 yang lain udah pada dikenal-kenalkan ke pimpinan bagiannya masing-masing, akhirnya berangkat dah dari bandung menuju jakarta dengan hati cukup tidak tenang.. dan sampailah di kantor jam 13.30 Wib.

sesampai dikantor langsung menuju bagian kepegawaian untuk meminta SK dan penjelesan penempatan, dan saya ditempatkan di bagian umum sub rumah tangga. hingga hari ini (telah 5 hari) bekerja di itjen kemdiknas.

Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam pekerjaan ini, memberikan kemudahan dalam hidup, mati dan akhirat. Amin.





Edit Icon Slab (Menu launcher) pada openSUSE

19 11 2010

Beberapa hari terakhir ini, saya dan teman-teman komunitas di cimahi sedang berusaha ikut menyemarakan OSS di cimahi, sebelumnya temen-temen di cimahi sudah membuat OS yang based ubuntu malah sekarang udah cukup di kenal khususnya di cimahi, dan di beri nama chiOS.

Baca entri selengkapnya »





Konfigurasi DNS Server di Debian

10 11 2010

Hari ini, saya membaca email dari sebuah milist yang berurusan akan memberikan subdomain untuk daerah-daerah, dengan PD-nya saya menanyakan tentang pengajuan  subdomain tersebut dan jawaban dari adminnya adalah karena saya tidak memberikan jenis DNS record-nya 😀 *jadimalu.

maka langsung saja saya lakukan remote menggunakan ssh untuk masuk kedalam system debian (nantinya menjadi portal linux daerah saya), untuk melakukan konfigurasi DNS server-nya, biasa menggunakan Yast-nya openSUSE yang hanya beberapa menit beres ( karena tinggal klik-klik aja 🙂 ) akhirnya searching bentar ketemu dah tutorialnya langsung praktekan, saja.

biar tidak lupa dan menjadi sejarah, saya tulis disini aja deh, tapi kenapa jadi sejarah? soalnya biasa setting pake openSUSE sih :D, oke langsung aja. Baca entri selengkapnya »





Big Buck Bunny

7 10 2010

Big Buck Bunny adalah sebuah proyek dari The Peach Open Movie, sebuah movie yang dikemas dengan sangat baik menggunakan aplikasi open source yaitu Blender, blender merupakan sebuah aplikasi untuk membuat animasi yang saat ini menjadi aplikasi yang banyak dibicarakan karena kemampuanya yang dapat menyaingi aplikasi propritary.

Bahkan teman-teman saya di sekolah pun baik guru dan siswa tidak percaya bahwa movie animasi ini dibuat menggunakan aplikasi blender, semakin tidak percaya lagi ketika saya memperlihatkan sebuah game yang dibuat dengan blender yaitu  Yofrankie , yofrankie ini sebuah game yang mengambil karakternya dari movie animasi big buck bunny, dan memainkannya pun sangat mudah 😀 dan mengasikan.

Ini merupakan salah satu yang dapat dihasilkan dari aplikasi yang free dalam artian bebas digunakan, bebas disebarluaskan, bebas dimodifikasi karena merupakan bagian dari opensource software. Contoh dari proyek pembuatan menggunakan blender adalah Sintel , Elephants Dream





Pasang LibreOffice di Blankon dan openSUSE

3 10 2010

Setelah perusahaan Sun diakuisisi oleh Oracle, beberapa produk Sun sudah banyak yang mulai di ubah dari sisi nama, mudah-mudahan tidak dari sisi licensi 🙂 . mulai dari opensolaris menjadi openIndiana, Sun Virtualbox menjadi Oracle Virtualbox, mysql yang telah diakuisisi oleh oracle pun menjadi mariadb, berita terbaru yaitu openoffice yang mulai menjadi libreoffice.

Setelah mengetahui kabar tersebut dari milis opensuse indonesia saya langsung mencari tahu kebenaranya dan penasaran ingin mengganti openoffice yang sudah ada menjadi libreoffice.

langsung saja mulai untuk mencoba libreoffice pada mesin yang saya gunakan (openSUSE dan Blankon) walaupun masih beta. Untuk mengakses ke portal libreoffice bisa di sini, dan untuk mengunduh libreoffice bisa di sini.

Baca entri selengkapnya »





Gentoo –> BlankOn

23 09 2010

Sudah hampir 2 tahun saya menggunakan Gentoo sebagai PC server maupun desktop, PC server karena kebetulan tugas akhir saya menggunakan distro Gentoo, jadi mau tidak mau saya harus mempelajari karakteristik dari distro linux Gentoo, banyak kenangan ketika menggunakan Distro ini salah satunya dan yang paling penting adalah telah mengantarkan saya menjadi seorang sarjana 😀 . namun dengan beriringnya waktu, saya merasa harus meng-uninstall Gentoo pada notebook saya, dengan berbagai alasan:

1. walaupun sudah tertanam GUI KDE 4.4.3 pada gentoo di notebook saya namun sound dan wifi belum dapat digunakan

2. Support Komunitas di indonesia sangat kurang bahkan tidak ada

3. Paket-paket yang sudah ada cukup lama untuk dipasang karena membutuhkan kompilasi yang lama (tapi menariknya sih disitu 😉 )

4. Tidak pernah digunakan karena tergantikan oleh openSUSE 11.3 😀

Dengan alasan-alasan tersebut maka saya mencari distro yang dapat mendetect semua tipe hardware notebook saya, lalu terdapat dukungan atau pengguna distro di sekitar lingkungan yang dapat sharing atau bertanya ketika terjadi masalah, lalu paket-paket instalasi mudah di dapat dan tidak lama diinstall, maka pilihan jatuh ke ubuntu dan BlankOn  karena kedua distro tersebut lebih familiar di tanah air ini.

namun pilihan jatuh ke blankon linux, pertama karena distro ini hasil proyek/kerjaan anak bangsa, repositoriesnya cukup cepat karena berada di wilayang indonesia walaupun ubuntu juga ada. dan kebetulan saya menjadi instruktur pada Roadshow linux yang menjadi distro untuk pelatihan menggunakan blankon linux, secara tidak langsung itu membuat saya untukmencoba dan  menggeser Gentoo menjadi blankon, walau pilihan sulit dan telah dipikirkan secara matang 😦  ,  namun distro favorit tidak pernah hilang dalam notebook saya, yaitu openSUSE.

Have Fun 🙂