Sudah hampir 2 tahun saya menggunakan Gentoo sebagai PC server maupun desktop, PC server karena kebetulan tugas akhir saya menggunakan distro Gentoo, jadi mau tidak mau saya harus mempelajari karakteristik dari distro linux Gentoo, banyak kenangan ketika menggunakan Distro ini salah satunya dan yang paling penting adalah telah mengantarkan saya menjadi seorang sarjana
. namun dengan beriringnya waktu, saya merasa harus meng-uninstall Gentoo pada notebook saya, dengan berbagai alasan:
1. walaupun sudah tertanam GUI KDE 4.4.3 pada gentoo di notebook saya namun sound dan wifi belum dapat digunakan
2. Support Komunitas di indonesia sangat kurang bahkan tidak ada
3. Paket-paket yang sudah ada cukup lama untuk dipasang karena membutuhkan kompilasi yang lama (tapi menariknya sih disitu
)
4. Tidak pernah digunakan karena tergantikan oleh openSUSE 11.3
Dengan alasan-alasan tersebut maka saya mencari distro yang dapat mendetect semua tipe hardware notebook saya, lalu terdapat dukungan atau pengguna distro di sekitar lingkungan yang dapat sharing atau bertanya ketika terjadi masalah, lalu paket-paket instalasi mudah di dapat dan tidak lama diinstall, maka pilihan jatuh ke ubuntu dan BlankOn karena kedua distro tersebut lebih familiar di tanah air ini.
namun pilihan jatuh ke blankon linux, pertama karena distro ini hasil proyek/kerjaan anak bangsa, repositoriesnya cukup cepat karena berada di wilayang indonesia walaupun ubuntu juga ada. dan kebetulan saya menjadi instruktur pada Roadshow linux yang menjadi distro untuk pelatihan menggunakan blankon linux, secara tidak langsung itu membuat saya untukmencoba dan menggeser Gentoo menjadi blankon, walau pilihan sulit dan telah dipikirkan secara matang
, namun distro favorit tidak pernah hilang dalam notebook saya, yaitu openSUSE.
Have Fun




